Investor mencermati masuknya Indonesia ke dalam watchlist klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing, apabila tidak diikuti perbaikan aksesibilitas pasar
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi seiring tekanan dari bursa saham Asia dan sentimen global yang cenderung negatif.
IHSG turun 2,32 poin atau 0,04 persen ke level 5.984,18. Sementara itu, Indeks LQ45 melemah 0,48 poin atau 0,08 persen menjadi 594,44.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai pelaku pasar mencermati masuknya Indonesia ke dalam watchlist klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing apabila tidak diiringi perbaikan aksesibilitas pasar.
Dari eksternal, pelemahan dipicu kombinasi sentimen negatif berupa melemahnya bursa Wall Street, kenaikan harga minyak dunia, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran dan mencabut izin ekspor minyak negara tersebut. Kondisi itu mendorong harga minyak Brent naik 3 persen menjadi 74,16 dolar AS per barel, sementara WTI menguat hampir 3 persen ke 70,44 dolar AS per barel.
Lotus Andalan Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan hati-hati, meski fundamental ekonomi domestik yang masih solid diperkirakan mampu membatasi tekanan jual.
Di sisi lain, sentimen positif datang dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy), didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,47 persen serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Dari Amerika Serikat, data ekonomi menunjukkan sinyal beragam. Defisit perdagangan Mei 2026 melebar menjadi 77,6 miliar dolar AS, sementara indeks optimisme ekonomi meningkat dan ekspektasi inflasi naik menjadi 3,7 persen. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.
Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed, sehingga volatilitas pasar global diperkirakan masih tinggi.
Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa Eropa ditutup melemah. Euro Stoxx 50 turun 1,24 persen, DAX Jerman terkoreksi 0,37 persen, dan CAC 40 Prancis melemah 0,51 persen, sementara FTSE 100 Inggris menguat 0,13 persen.
Di Wall Street, Dow Jones menguat 0,25 persen dan S&P 500 naik 0,45 persen, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 1,77 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia pada Rabu pagi bergerak bervariasi. Indeks Nikkei turun 0,64 persen, Shanghai melemah 0,03 persen, Kospi terkoreksi 1,69 persen, sedangkan Strait Times menguat 0,22 persen.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026